Jangan Terjebak Mitos Seks

Tak bisa bercinta tiga kali seminggu, bukan berarti hubungan ‘melempem’. Kenali mitosnya!

Setiap pasangan pasti mendambakan kehidupan seks yang menyenangkan. Tetapi ketika ingin mewujudkannya, yang muncul malah masalah. Hati-hati, bisa jadi bayangan memiliki kehidupan seks ideal, yang mungkin menjadi salah satu penyebabnya.

Karena itu, jangan sampai Anda terjebak dalam mitos seks ideal. Hal itu hanya akan membuat kehidupan seks Anda malah menjadi beban. Sebelum Anda terperangkap dalam mitos, sebaiknya baca artikel berikut.

Mitos: Harus sama-sama mood 
Fakta: Mood memang berperan penting dalam hubungan seks. Namun, hal itu tidak selalu menjadi patokan. Ada kalanya mood bercinta Anda dan pasangan tidak muncul bersamaan. Tapi, hal ini jangan langsung membuat Anda berdua malas bercinta. Jika hal itu terjadi pada Anda cobalah untuk mengatasinya dengan menawarkan gaya baru atau lokasi yang berbeda.

Buatlah kehidupan seks Anda seakan-akan sebuah pengalaman baru. Bila pasangan Anda sedang tidak mood, cobalah untuk menggodanya dengan lingerie seksi, dan menari di depannya. Dijamin, si dia akan sangat sulit menolak. Mood itu bukan untuk ditunggu tapi harus dibuat, komunikasikanlah pada pasangan.

Mitos: Seks terbaik dilakukan dengan spontan
Fakta: Dalam rutinitas sehari-hari  yang super sibuk, baik Anda maupun pasangan menjadwalkan banyak kegiatan. Tetapi, jangan hanya kegiatan kantor yang ada di dalam agenda harian, jadwalkan ritual bercinta. Sebaiknya, Anda menjadwalkannya seminggu sekali.

Pilihlah waktu yang pas saat Anda dan pasangan dalam keadaan nyaman, dan tidak merasa lelah. Kondisi fisik akan sangat berpengaruh pada kualitas bercinta. Buatlah kegiatan bercinta Anda menjadi sebuah ritual yang ditunggu-tunggu dan berkesan baik bagi Anda maupun pasangan.

Mitos: Frekuensi minimal 2-3 kali seminggu
Fakta: Melakukan hubungan seks secara teratur memang baik bagi Anda dan pasangan. Tapi, jangan selalu mengukurnya dengan frekuensi bercinta. Banyak pasangan yang tidak melakukan hubungan seks dua atau tiga kali seminggu, tetapi hubungan mereka adem ayem.

Kendati idealnya, 2-3 kali seminggu, tidak patokan tertentu frekuensi yang normal dalam berhubungan seks. Mau sehari sekali, seminggu sekali, bahkan sebulan sekali pun sepanjang dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak, normal-normal saja, kok. Yang penting, Anda berdua menginginkan, menikmati, dan mencapai kepuasan bersama.

Mitos: Makin lama, makin berkualitas
Fakta: Banyak yang beranggapan bahwa seks yang berkualitas jika dilakukan secara perlahan dan dalam waktu lama. Hal itu tidak selalu benar. Jika Anda memiliki waktu yang sempit, bukan berarti Anda tidak bisa mendapatkan kepuasan.

Quickie sex alias seks kilat adalah salah satu cara untuk mendapatkan kepuasan dalam waktu singkat. Bahkan kepuasannya bisa melebihi saat Anda melakukannya dalam waktu lama. Cobalah untuk melakukan quickie sex bersama pasangan di tengah-tengah kesibukan. Anda dan pasangan akan menjadi lebih bersemangat. Jadi, manfaatkanlah waktu sempit sebaik-baiknya


 
%d bloggers like this: